Halaman ini adalah versi halaman ringan. Untuk melihat halaman asli klik di sini

Huh, tiada lagi makan siang gratis di kantor

BERSYUKURLAH | Masih bagus perusahaan mau kasih makan gratis tanpa diatur oleh perjanjian kerja. Mentraktir makan gratis saban hari itu bukan kewajiban. | Antyo /Beritagar.id

Hari ini Anda makan siang di mana? Siapa yang membayar(i)?

Bersyukurlah jika jawabannya semacam ini: "Makan di kantor, ditanggung perusahaan. Kalo enak kita memuji, kalo nggak ya ngedumel -- tapi makanan tetep habis juga."

Apa pun rasanya, makan siang gratis dari perusahaan itu bukanlah kewajiban dari juragan.

Penjelasan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (PP Pengupahan ) menyebutkan makan cuma-cuma itu bagian dari fasilitas kerja. Serupa mobil antar jemput.

Sebagai fasilitas untuk memperlancar pekerjaan karyawan, penyediaannya bersifat "dapat" -- bukan "harus" atau "wajib".

Jadi kalau tiba-tiba, tanpa intro sepekan sebelumnya, perusahaan menghentikan makan gratis ya jangan Anda protes.

Akan tetapi kalau makan cuma-cuma itu sudah diatur dalam perjanjian kerja, perjanjian kerja bersama, dan bahkan peraturan perusahaan, urusan seputar makan gratis tidak bisa diubah mendadak apalagi secara sepihak.

Bila merujuk UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan ), perubahan dalam fasilitas kerja harus melibatkan para pihak dan disosialisasikan.

Demikian penjelasan Letezia Tobing dalam Hukumonline.

Selamat membuka usaha jasa boga atau katering kantoran. Anda dijamin selalu berhak untuk makan dengan cuma-cuma -- istilah zaman dulu: percuma.

Kerja sama Beritagar dan Hukumonline